10/29/2014

Pemkab Bekasi Segera Aktifkan Absen Sidik Jari

Pemkab Bekasi Segera Aktifkan Absen Sidik Jari
ilustrasi
Bekasi - Pegawai dari  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkantor di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Delta Mas, Pasiranji, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat segera menggunakan sistem daftar hadir elektronik atau Fingerprint.

Dijelaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Muhyiddin, dalam waktu dekat seluruh SKPD akan dikontrol kehadiran melalui fingerprint.

“Selama ini kan absen hanya sekedar dari apel saja, sekarang pakai sidik jari, “ jelasnya kepada GoBekasi, Rabu (29/10).

Tahapnya lanjut Muhyiddin, dalam proses teknis pemasangan. “Begitu semua sudah, teknis dan lainnya, langsung dihidupkan, ini kan sudah hampir semuanya terpasang, sebentar lagi (akan diberlakukan,red),” tukasnya.

Terpantau, di bagian kiri pintu gedung masuk ataupun ruang SKPD terpasang sebuah alat Fingerprint, alat absen sidik jari yang mempunyai fitur akses kontrol  pintu, menampilkan foto diri usai mendeteksi sidik jari. Menghitung keterlambatan, pulang cepat, lembur serta jumlah jam kerja. Seri ini juga, dapat menghitung gaji yang disesuaikan dengan formula-yang digunakan serta mencetak slip gaji.

10/22/2014

PNS Belum Sidik Jari, Fingerprint Kota Malang Terhambat

Malang -  Rencana Pemerintah Kota Malang untuk menerapkan absen menggunakan sistem fingerprint di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih terhambat. Pasalnya, masih banyak PNS yang belum melakukan perekaman sidik jari.
PNS Belum Sidik Jari, Fingerprint Kota Malang Terhambat

"Dari sekitar sembilan ribu orang PNS di lingkungan Pemkot Malang, baru sebanyak 251 orang yang melakukan perekaman sidik jari," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, Sugiharto, Rabu (21/10/2014).

Pihaknya berharap para PNS bisa segera melakukan perekaman sidik jari. Sehingga proses pendataan PNS bisa segera tuntas.

"Pendataan PNS masih terus kami lakukan. Jika pendataan selesai, maka ujicoba absen fingerprint ini akan dilakukan," tuturnya.

Saat ini sudah ada 59 unit alat fingerprint yang telah dipasang di sejumlah sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Guru di sekolah negeri pun harus melakukan absen melalui fingerprint tersebut.

"Kami berharap absen menggunakan fingerprint bisa meminimalisir jumlah PNS yang bolos serta keluyuran saat jam kerja," tandasnya.

Sumber: Berita Jatim

10/02/2014

DPRD Sulut Periode 2014-2019 Respon Positif Absen Sidik Jari

DPRD Sulut Periode 2014-2019 Respon Positif Absen Sidik Jari
ilustrasi
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, menyambut positif jika diterapkan absen sidik jari (Finger Print) untuk mengontrol kehadiran selama menjadi wakil rakyat periode 2014-2019.

Anggota DPRD Sulut dari Partai Gerindra, Ferdinand Mewengkang kepada wartawan menyambut baik jika diterapkan absen sidik jari dalam mengontrol kehadiran.

“Saya pribadi setuju dengan usulan tersebut. Itu sangat bagus untuk para anggota dewan dalam memberikan contoh kepada masyarakat. Akan tetapi ada hal – hal yang perlu diatur, mengingat jam kerja anggota DPR tidaklah sama dengan jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS),” ujar Mewengkang, Senin (29/9/2014).

Di sisi lain, anggota DPRD dari PKPI, Denny Sumolang mengatakan perlu adanya penyempurnaan Tata Tertib (Tatib) DPRD baru Absen sidik jari difungsikan.

“Tatib DPRD saat ini sementara digodok oleh Panitia Kelompk Kerja (Pokja), jika sudah ada kesepakatan bersama soal hari dan jam kerja anggota DPRD dalam Tatib, maka absen sidik jari bisa difungsikan. Jika hari dan jam kerja anggota DPRD sudah ditetapkan dan absen sidik jari ditetapkan, maka saya rasa anggota DPRD sudah mengerti serta menyadari kehadirannya di kantor,” kata Sumolang.

Hal yang sama Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut, Franky Wongkar menambahkan absen sidik jari bisa diterapkan asal disesuaikan dengan aturan yang ada.

“Untuk kepentingan disiplin kehadiran bagi anggota DPRD, maka absen sidik jari memang bagus diterapkan. Asalkan disesuaikan dengan Tata-Tertib anggota DPRD, karena anggota DPRD juga tidak selalu diharuskan hadir di kantor, mereka juga harus turun lapangan menemui dan menyerap aspirasi mesyarakat,” tutup Wongkar singkat.

Sekedar informasi, saat ini absen sidik jari diterapkan pihak sekretariat DPRD Sulut untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sumber: cybersulutdaily.com

Produk Sponsor

Brand Fingerprint
Submit the word you see below. Notify Me of Follow-up Comments.
Fingerprint dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi dan sistem keamanan baik secara sistem hardware maupun terintegrasikan dengan software.

Terpopuler!

 

© 2013 Fingerprint Indonesia. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top