5/21/2015

Pemkab Bantul Yogyakarta Menerapkan Absensi Fingerprint

Kabupate Bantul
Pemerintah kabubapten Bantul Yogyakarta, mulai menerapkan absensi dengan fingerprint di semua satuan kerja perangkat daerahnya. Tujuannya tak lain, untuk meningkatkan disiplin pegawai negeri sipil setempat.

"Mulai April 2015 semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Bantul sudah dipasangi mesin fingerprint dan absensi sidik jari ini cukup membantu meningkatkan disiplin pegawai." kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul, Supriyanto di Bantul, Kamis.

Sebelumnya, penerapan absensi kehadiran PNS dilakukan secara manual dengan tanda tangan yang bersangkutan. Supriyanto juga mengatakan, " Kalau di BKD Bantul tingkat kehadiran PNS meningkat, teman-teman dari yang sebelumnya datang saat jam masuk kerja, saat ini ada yang kurang sepuluh menit sudah hadir."

Melalui absensi fingerprint tersebut akan diketahui waktu saat pegawai meletakkan tangan di alat tersebut, sebab dalam mesin ada keterangan pukul berapa pegawai tersebut hadir maupun pulang. Ia mengatakan, dengan absensi sidik jari seperti ini bisa meminimalisir perilaku tidak benar seperti titip tanda tangan ketika absen manual. Selain itu juga, dengan mesin absensi fingerprint dapat diketahui siapa pegawai yang akan diberikan sanksi berupa potongan baik terlambat atau ketidakhadiran/mangkir.

Sumber : www.antarayogya.com

2/22/2015

Cegah Bolos, PNS di Nusa Penida Gunakan Absen Sidik Jari

Cegah Bolos, Seluruh PNS di Nusa Penida Gunakan Absen Sidik Jari
Semarapura - Absen sidik jari kini mulai populer diterapkan pemerintah daerah. Setelah diterapkan di beberapa instansi, kini giliran di Kecamatan Nusa Penida yang akan diberlakukan secara serentak. Penggunaan absen sidik jari, dinilai efektif untuk mengetahui tingkat kedisiplinan para PNS.

Terlebih, di Kecamatan Nusa Penida yang paling menjadi sorotan, karena banyak oknum abdi negara mengabaikan tugasnya. Absen sidik jari sudah diberlakukan pemerintah daerah di semua instansi dan SKPD pada tahun 2015. Namun, khusus di Kecamatan Nusa Penida, absen sidik jari dilakukan secara bertahap.

Camat Nusa Penida I Ketut Sukla, belum lama ini, mengakui rendahnya disiplin para abdi negara di Nusa Penida. “Disiplin (sudah-red)menjadi harga mahal,” katanya. Namun, setelah diberlakukan absen sidik jari dikantornya, Ia mengaku bisa lebih mudah mengatur disiplin bawahannya. Absen sidik jari khusus di kantor Camat Nusa Penida sudah diuji coba sejak lima bulan lalu.

Hasilnya, cukup membantu menjaga disiplin PNS dilingkungannya. Menurutnya, sebagai abdi negara, tidak sepantasnya PNS terus-terusan mengabaikan tugas. “Inilah yang harus dicegah. Jangan terus dibiarkan, saya sependapat jika diterapkan serentak di seluruh Nusa Penida,” katanya. Namun, dibalik absen sidik jari ini, yang paling penting adalah tindaklanjutnya.

Kepala UPT Disdikpora Nusa Penida, I Komang Sumendra, mengatakan absen sidik jari juga sudah mulai diberlakukan di kantornya. Namun, alat itu barudiberlakukan pada awal bulan Februari ini. Selanjutnya, absen sidik jari juga akan diterapkan di sekolah-sekolah, di mana pengadaannya akan dipusatkan di Disdikpora Klungkung. Ia menilai, para guru di sekolah juga harus menerapkan absen sidik jari, agar tidak lagi sembarangan mengabaikan tugas-tugasnya mengajar. (bagiarta/balipost)

Sumber: http://balipost.com/read/headline/2015/02/22/30283/cegah-bolos-seluruh-pns-di-nusa-penida-gunakan-absen-sidik-jari.html

2/11/2015

MAN 2 Rantau Perbaharui Aplikasi Fingerprint

MAN 2 Rantau Perbaharui Aplikasi Fingerprint
ilustrasi
Rantau, Kalsel - MAN 2 Rantau, Mesin absensi fingerprint/sidik jari adalah salah satu mesin absensi  jenis biometrik yang menggunakan metode pendeteksian melalui sidik jari guru/karyawan untuk mendata daftar kehadiran guru/karyawan. Jenis fingerprint ini mulai dikenal dan digunakan sejak 1997.

Selasa (03/02/15)  MAN 2 Rantau menganti aplikasi fingerprint yang baru dengan spesipikasi lebih lengkap dan pengolahan data lebih baik, diantaranya data yang dihasilkan bisa pdf, exel dan word. Mesin ini digunakan untuk mengganti fingerprint yang ada yang sudah mulai ketinggalan secara aplikasi, dan diharapkan bisa mengaprisiasi kebutuhan data di madrasah.

“Adapun kelebihan Penggunaanya yang praktis dan simpel.  Guru/karyawan dapat langsung  mengabsen dan membuktikan kehadirannya dengan cara menempelkan salah satu jari atau seluruh jari tangannya  pada layar/monitor yang telah tersedia pada mesin absensi,” kata kepala TU. Muhammad Nor, S.Sos.I

M. Nor Panggilan akrab kepala TU ini juga mengatakan, pendataan absensi lebih akurat. Karena media yang digunakan untuk mendata absensi guru/ karyawan adalah sidik jari mereka masing-masing, maka akurasi absensi akan terjamin. “Tidak ada lagi guru/karyawan yang suka berbuat curang dengan menitip absen seperti pada mesin absensi kartu karena sidik jari mereka sendirilah yang harus diautentifikasi.” Kata M. Nor.

“Semoga dengan fingerprint yang baru ini, data lebih akurat dan disiplin para guru/karyawan lebih baik kedepannya,” harap Muhammad Aini, S.Sos.I. Wakamad sarana dan prasarana Madrasah

Adapun pembaharuan aplikasi fingerprint yang baru ini dilakukan di ruang Tata usaha MAN 2 Rantau oleh Kepala TU. Muhammad Nor. S. Sos. Didampingi oleh Akhmad Yani, S.Pd. Waka Humas Madrasah.

Sumber: http://kalsel.kemenag.go.id/

Produk Sponsor

Brand Fingerprint
Submit the word you see below. Notify Me of Follow-up Comments.
Fingerprint dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi dan sistem keamanan baik secara sistem hardware maupun terintegrasikan dengan software.

Terpopuler!

 

© 2013 Fingerprint Indonesia. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top