7/09/2014

Disiplinkan Pegawai Pemkot Parepare dengan Absen Sidik Jari

Parepare (08/07) - Salah satu upaya Pemerintah Kota Parepare dalam mendispilinkan pegawai adalah dengan  melakukan absensi sidik jari di setiap kantor-kantor pemerintahan. Absensi sidik jari ini dilakukan empat kali dalam sehari yakni pagi hari, istirahat, pulang istirahat dan pulang kantor.

Mesin absensi sidik jari ini sudah terlihat di kantor-kantor lingkup Pemerintah Kota Parepare dan para pegawai sudah dapat menggunakannya. Seperti yang telihat di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, para PNS  di kantor tersebut melakukan absensi sebanyak  empat kali dalam sehari. Bukan hanya PNS, para pegawai honorer, sukarela dan siswa-siswa yang melakukan praktek kerja Industri  juga melakukan absensi sidik jari ini.

Menurut Walikota Parepare, H Taufan Pawe, absensi sidik jari ini merupakan salah satu upaya dalam melakukan pendisiplinan kepada para PNS lingkup Pemkot Parepare. Terlebih lagi dengan akan diberlakukannya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara atau  ASN pada tahun 2015.  Dengan diberlakukannya Undang-undang ASN ini, maka kedispilinan para PNS sangat dituntut.

"Ada pegawai dari golongan satu dan golongan dua yang sangat rajin masuk kantor dan melaksanakan tugasnya dengan baik, sementara di sisi lain ada pegawai yang sudah memiliki jabatan eselon  tetapi malas berkantor. " ujar taufan.

Taufan merasa risau dengan tingkat kedisiplinan PNS saat ini di lingkup Pemerintah Kota Parepare.  Olehnya itu, ia bertekad akan memperlakukan adil para PNS. Dengan adanya absensi sidik jari merupakan salah satu cara dalam mendeteksi pegawai yang rajin dan malas berkantor.

Meskipun kebijakan pengadaan absensi sidik jari ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, namun menurut Taufan hal ini merupakan cara yang efektif dalam mendisiplinkan para PNS. Penggunaan absensi sidik jari ini juga telah diterapkan di daerah-daerah lain.

Sumber: pareparekota.go.id

6/18/2014

Piala Dunia, Pemkot Perketat Absensi Pegawai

Piala Dunia, Pemkot Perketat Absensi Pegawai
World Cup 2014
Pemkot Surakarta,memperketat pengawasan absensi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya setelah puluhan pegawai diketahui sering terlambat masuk kerja di masa Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Suharto, mengatakan penegakan disiplin itu telah dimulai sejak dua pekan lalu dan semakin diperketat pada saat Piala Dunia berlangsung. Banyaknya pertandingan yang disiarkan tengah malam dan dini hari dikhawatirkan memengaruhi kedisiplinan pegawai untuk masuk kantor tepat waktu.

Pemerintah Kota Surakarta telah memberikan sanksi berupa apel khusus dan pembinaan terhadap para PNS yang sering terlambat masuk kerja. Pasalnya, pelanggaran terhadap ketentuan jam masuk kantor itu telah terjadi berulang kali. Budi berharap sanksi itu bisa memberikan efek jera sehingga ke depan bisa mematuhi aturan jam kerja yang telah ditetapkan. Sebab, lanjut dia, kedisiplinan dan kehadiran akan berbanding lurus dengan kinerja pegawai bersangkutan.

Sumber: metrotvnews

5/12/2014

DPRD Metro Terapkan Absen Finger Print

Dalam rangka meningkatkan disiplin PNS, Sekretariat DPRD Kota Metro mulai memberlakukan absensi sidik jari (finger print) ketika masuk dan pulang kantor. “Kini masih dilakukan perekaman sidik jari dan pemasangan alatnya. Sedang absensi sidik jari sudah berlaku pada bulan yag lalu,” Jelas Kasbag Humas Ewani.

Tujuan lainnya, untuk mengantisipasi PNS nakal dengan cara menitip tandatangan atau paraf pada absensi manual. Biasanya itu dilakukan seorang pegawai yang sengaja datang ke kantor terlambat, kemudian menitip kepada temannya untuk mengisi absensinya. “Absensi sidik jari bisa mengetahui PNS yang membolos, terlambat masuk kantor maupun yang pulang sebelum jam kerja berakhir. Juga dapat menyajikan laporan lengkap dan tidak dapat dimanipulasi, serta tidak memerlukan pengawasan langsung. Sistem ini akan menghilangkan budaya titip paraf antar sesama PNS yang selama ini kadang terjadi,” jelas Ewani.

Figer print sudah terpasang di secretariat DPRD Kota Metro, Saat ini Perekaman sidik jari juga berlaku bagi PNS dan tenaga honorer. “Di lingkungan kantor secretariat DPRD Kota Metro,” tambah Rosida, salah satu PNS di lingkunan DPRD Metro.

Sumber: Koraneditor
Fingerprint dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi dan sistem keamanan baik secara sistem hardware maupun terintegrasikan dengan software.

 

© 2013 Fingerprint Indonesia. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top