9/09/2014

Pemkab Kupang Mulai Berlakukan Absensi Sidik Jari

Kupang - Sejak awal September 2014, Pemkab Kupang menerapkan absensi sidik jari. Hal ini dilakukan untuk menegakkan disiplin PNS, menekan angka kasus bolos, dan menghindarkan PNS dari kemungkinan tindak pidana amoral (selingkuh).

"Jadi, mulai awal bulan September ini, di lingkup civic center (pusat pemerintahan) di Oelamasi, diberlakukan absensi sidik jari. Setiap SKPD memasang mesin absensi sidik jari. Ini salah satu upaya merealisasikan imbauan presiden terpilih Jokowi tentang revolusi mental PNS," jelas Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, Kamis (4/9/2014) lalu.

Diakui Paut, disiplin PNS yang rendah merupakan persoalan serius di Pemkab Kupang. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya mental dan semangat bekerja dan melayani sangat rendah.

"Selain itu, faktor eksternal lainnya, yaitu civic center berjarak 40 kilometer dari Kota Kupang. Sementara mayoritas PNS berdomisili di Kota Kupang. Mungkin dia pamit ke kantor tapi tidak sampai ke kantor tapi singgah di hotel dengan teman kantornya dan sebagainya. Buktinya banyak kasus selingkuh dan penangkapan aparat terhadap oknum PNS dan selingkuhnya di kamar hotel," jelas Sekda Paut.

Oleh karena itu, dengan berlakunya absensi sidik jari, kasus-kasus itu bisa ditekan. Karena itu Paut minta para pimpinan SKPD untuk selalu mengingatkan stafnya tentang disiplin waktu.

"PNS maupun pegawai kontrak atau honor di masing-masing SKPD wajib memaruhi aturan ini. Absensi pakai sidik jari. Sudah ada mesin absensinya," jelas Paut.

Jika masih ada staf yang tidak mengindahkan aturan wajib absensi pakai sidik jari atau tidak disiplin, kata Paut, sanksi keras akan dikenakan kepada oknum PNS itu sesuai PP Nomor 35 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

"Bahkan kepala SKPD, kepala bagian dan kepala seksi juga akan dikenakan sanksi bila stafnya tidak disiplin waktu bekerja. Ini aturan wajib. Jadi staf yang nakal, pimpinan dan atasan langsungnya juga kena sanksi dan teguran," jelas Paut.

Pantauan Pos Kupang, selama hampir sepekan, ruang kerja beberapa SKPD, badan dan kantor di lingkup Pemkab Kupang, kini dipenuhi staf. Dulunya lengang, kini penuh dengan pegawai dan tampak sibuk bekerja.

"Absensi sidik jari ini juga bagus. Banyak ibu-ibu yang biasanya menghilang setelah bekerja setengah hari, kini tidak macam-macam lagi. Mereka baru pulang setelah jam pulang kantor. Biasanya yang suka menghilang adalah PNS, bukan pegawai honor," jelas salah satu pegawai honor di Bagian Humas Pemkab Kupang. (ade)

Sumber: Tribun News

9/05/2014

Cegah Bolos, DPRD Semarang Gunakan Absensi Sidik Jari

Cegah Bolos, DPRD Semarang Gunakan Absensi Sidik Jari
ilustrasi
Semarang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali tingkatkan kedisiplin dikalangan legislatornya untuk menunjang keoptimalan tugas-tugas kedewanan.

“Anggota-anggota DPRD periode sebelumnya kan sudah mulai disiplin, misalnya kehadirannya dalam rapat-rapat, paripurna, dan sebagainya” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi seperti dikutip Antara, Kamis (4/9/2014).

Supriyadi menjelaskan kediplinan itu sudah dimulai di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Semarang, misalnya saat pelaksanaan rapat paripurna, Kamis, yang dimulai tepat pukul 09.30 WIB.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Setwan untuk membiasakan disiplin. Harapan kami, kedisiplinan ini dilakukan seluruh pihak. Kedisiplinan kan bukan hanya milik anggota dewan,” katanya.

Ia berharap pembiasaan disiplin itu diterapkan juga oleh kalangan satuan kerja perangkat dinas (SKPD), misalnya datang tepat waktu saat menghadiri rapat-rapat kerja di DPRD Kota Semarang.

Supriyadi juga mengatakan bahwa penerapan kedisiplinan terhadap anggota-anggotanya juga dilakukan, salah satunya kewajiban presensi melalui fingerprint (sidik jari).

Sumber: Kanal Semarang

9/02/2014

PNS Bolos, Pemkab Karawang Absen Sidik Jari 3 Kali Sehari

Karawang - Para pegawai negeri sipil(PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, wajib mengisi absensi elektronik sistem sidik jari tiga kali dalam sehari. Ketentuan tersebut juga diberlakukan di seluruh kantor organisasi perangkat daerah dan perkantoran kecamatan sekitar Karawang.
PNS Bolos, Pemkab Karawang Absen Sidik Jari 3 Kali Sehari
ilustrasi

"Absensi elektronik sistem sidik jari selama tiga kali dalam sehari itu diberlakukan untuk meminimalisasi pegawai yang mangkir pada jam kerja, juga sebagai upaya meningkatkan disiplin pegawai,'' kata Sekretaris Daerah Pemkab Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna, Selasa (2/9).

Dalam sehari para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Karawang wajib mengisi absensi elektronik sidik jari tiga kali, yakni pada pagi, siang dan sore hari.

Mulai 1 September 2014 seluruh perkantoran mulai dari kantor kecamatan hingga kantor organisasi perangkat daerah setempat di lingkungan Pemkab Karawang secara serentak diberlakukan absensi elektronik sistem sidik jari.

Pemberlakuan absensi elektronik sistem sidik jari tersebut diharapkan mampu mengecek kedisiplinan para pegawai negeri sipil. Sehingga mereka bisa lebih disiplin.

Sementara itu, pada Selasa pagi hingga siang, Sekda Karawang menggelar inspeksi mendadak di beberapa perkantoran di lingkungan Pemkab Karawang.

Hal tersebut dilakukan untuk mengecek penerapan absensi elektronik sistem sidik jari yang baru diberlakukan pada 1 September 2014. "Inspeksi mendadak kami lakukan secara acak di beberapa perkantoran sekitar Pemkab Karawang, mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan," kata Sekda dikutip Antara.

Sumber: harianterbit.com

Produk Sponsor

Brand Fingerprint
Submit the word you see below. Notify Me of Follow-up Comments.
Fingerprint dapat diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi dan sistem keamanan baik secara sistem hardware maupun terintegrasikan dengan software.

Terpopuler!

 

© 2013 Fingerprint Indonesia. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top